Representation of Confirmation Bias in Geometry Learning in Islamic Boarding School Environment: Teachers' Perspective of Mathematics Learning at MTs Sarji Ar-Rasyid Situbondo
Abstract
This study aims to uncover the representation of confirmation bias in geometry learning within Islamic boarding school (pesantren) environments, particularly from the perspective of mathematics teachers at MTs Sarji Ar-Rasyid Situbondo. Geometry learning demands adequate visualization skills, conceptual understanding, and mathematical representation. However, instructional practices in pesantren settings remain predominantly teacher-centered, relying heavily on conventional lecture-based methods. Although various innovative approaches have been widely recommended in mathematics education literature, their implementation in pesantren environments remains considerably limited. This gap motivated the present study to examine how teachers' beliefs in the effectiveness of conventional methods can give rise to confirmation bias in instructional decision-making. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations and semi-structured interviews with two mathematics teachers and several students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, encompassing the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers tend to sustain lecture-based methods, perceiving them as the most effective approach based on prior teaching experience, environmental conditions, and students' habitual learning patterns in the pesantren. The most significant finding demonstrates that confirmation bias operates through teachers' cognitive frameworks, in which they interpret students' limited comprehension, diminished focus, and learning fatigue as consequences of internal student factors or pesantren conditions, rather than as potential indicators of weaknesses inherent in the lecture method itself. Although teachers are familiar with technology-based approaches such as GeoGebra, their implementation remains suboptimal due to limited facilities, deeply ingrained teaching habits, and concerns regarding their practical effectiveness. These findings affirm that confirmation bias substantially influences how teachers maintain conventional practices while simultaneously dismissing more interactive learning alternatives. The implications of this study underscore the critical importance of professional development programs oriented toward deep pedagogical reflection and openness to instructional innovation, in order to enhance the quality of geometry learning within pesantren environments.
Representasi Bias Konfirmasi Pembelajaran Geometri di Lingkungan Pondok Pesantren: Perspektif Guru Pelajaran Matematika di MTs Sarji Ar-Rasyid Situbondo
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi bias konfirmasi dalam pembelajaran geometri di lingkungan pondok pesantren, khususnya dari perspektif guru matematika di MTs Sarji Ar-Rasyid Situbondo. Pembelajaran geometri menuntut kemampuan visualisasi, pemahaman konseptual, dan representasi matematis yang memadai. Namun, praktik pembelajaran di lingkungan pesantren masih didominasi oleh metode konvensional berpusat pada guru, terutama metode ceramah. Meskipun berbagai pendekatan inovatif telah direkomendasikan dalam literatur pendidikan matematika, penerapannya di lingkungan pesantren masih sangat terbatas. Kesenjangan inilah yang mendorong penelitian ini untuk menelaah bagaimana keyakinan guru terhadap efektivitas metode konvensional dapat memunculkan bias konfirmasi dalam pengambilan keputusan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur terhadap dua guru matematika serta beberapa siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru cenderung mempertahankan metode ceramah karena dianggap paling efektif berdasarkan pengalaman mengajar sebelumnya, kondisi lingkungan, dan kebiasaan belajar siswa di pesantren. Temuan paling signifikan mengungkapkan bahwa bias konfirmasi bekerja melalui pola pikir guru yang menafsirkan keterbatasan pemahaman, rendahnya fokus, dan kejenuhan siswa sebagai akibat faktor internal siswa atau kondisi pesantren, bukan sebagai indikasi kelemahan metode ceramah yang digunakan. Meskipun guru mengenal metode berbasis teknologi seperti GeoGebra, penerapannya belum optimal akibat keterbatasan fasilitas, kebiasaan mengajar yang sudah mengakar, dan kekhawatiran terhadap efektivitasnya di lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa bias konfirmasi secara nyata memengaruhi cara guru mempertahankan praktik konvensional sekaligus mengesampingkan alternatif pembelajaran yang lebih interaktif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya program pengembangan profesional guru yang berorientasi pada refleksi pedagogis mendalam dan keterbukaan terhadap inovasi pembelajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran geometri di lingkungan pesantren
Kata Kunci :
Bias konfirmasi; pembelajaran geometri; metode ceramah; inovasi pembelajaran; Konteks Pondok Pesantren
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adhimah, S. (2020). Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini (studi kasus di Desa Karangbong RT. 06 RW. 02 Gedangan-Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 57–62. https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.31618
Alfaridzi, G. R., & Hutama, V. P. P. (2025). Dampak framing terhadap bias kognitif dalam pengambilan keputusan berbasis numerasi, probabilitas, dan penalaran deduktif. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(3), 1121–1136. https://doi.org/10.60126/maras.v3i3.1207
Alfigo, R., Adrias, A., & Syam, S. S. (2025). Analisis strategi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(2), 264–272. https://doi.org/10.55606/jubpi.v3i2.3833
Andriliani, L., Amaliyah, A., Prikustini, V. P., & Daffah, V. (2022). Analisis pembelajaran matematika pada materi geometri. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(7), 1169–1178. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i7.138
Andriyani, F. A., Setiawan, A., & Wawan, W. (2024). Model probing-prompting terintegrasi etnomatematika batik Lampung pada materi transformasi geometri terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education, 1(1), 33–40. https://doi.org/10.61650/ajme.v1i1.529
Bahrudin, A., Wahyudi, M., Harto, K., & Amilda, A. (2025). Metode pembelajaran pendidikan Islam dari konvensional ke kontekstual (madrasah dan pondok pesantren). Jurnal Education and Development, 13(3), 35–40. https://doi.org/10.37081/ed.v13i3.7129
Dafid Fajar Hidayat. (2022). Desain metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan, 8(2), 141–156. https://doi.org/10.55148/inovatif.v8i2.300
Dewi, E. Y. P. (2019). Kemampuan mengenal bentuk geometri melalui permainan balok anak usia dini. Journal on Early Childhood Education Research (JOECHER), 1(1), 32–45. https://doi.org/10.37985/joecher.v1i1.5
Fauzi, I., & Arisetyawan, A. (2020). Analisis kesulitan belajar siswa pada materi geometri di sekolah dasar. Kreano: Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 11(1), 27–35. https://doi.org/10.15294/kreano.v11i1.20726
Firyasa, N. A., Adian, D. G., & Mukhlis, M. I. (2025). Epistemologi intelijen dalam narasi negara yang bias tentang Gerwani dalam G30S 1965. Multikultura, 4(3). https://doi.org/10.7454/multikultura.v4i3.1165
Gurmu, M., & Tuge, D. (2024). Effects of GeoGebra-assisted instructional methods on students' conceptual understanding of geometry. Cogent Education, 11(1), Article 2379745. https://doi.org/10.1080/2331186X.2024.2379745
Hadi, S., Munawwir, Z., & Sari, L. D. K. (2025). Peningkatan kemampuan berpikir spasial siswa melalui penerapan game based learning berbantuan permainan das-dasan. Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika, 5(1), 198–209. https://doi.org/10.51574/kognitif.v5i1.2724
Hartuti, P. M., & Putri Z, R. W. (2020). Penggunaan software Cabri Geometri II D untuk materi bidang datar di SMP Negeri 11 Depok. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 11(4), 580–585. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v11i4.6691
Jasnita, H. (2019). Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan metode pembelajaran melalui supervisi klinis di SD Negeri 29 Ganting. JRTI: Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 4(1), 10. https://doi.org/10.29210/3003298000
Juleha, J., & Zuliana, Z. (2023). Analisis penerapan metode ceramah plus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Tunas Mandiri Kabupaten Langkat. Jurnal Manajemen Akuntansi (JUMSI), 3(4), 1195–1208. https://doi.org/10.36987/jumsi.v3i4.4957
Lailiyah, M., & Hikmah, F. N. (2024). Implementasi metode picture and picture untuk meningkatkan keaktifan belajar IPAS di kelas V SD Negeri Bamban. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 4(2). https://doi.org/10.37081/jipdas.v4i2.1861
Lusiana, R. (2017). Analisis kesalahan mahasiswa dalam memecahkan masalah pada materi himpunan ditinjau dari gaya kognitif. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika, 10(1). https://doi.org/10.30870/jppm.v10i1.1290
Maghribi, S. P., & Mujahadah, K. S. (2025). Strategi pondok pesantren dalam meningkatkan proses belajar siswa di Pondok Pesantren Nida Al-Qur'an Temanggung. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(3), 209–220. https://doi.org/10.5281/ZENODO.15826525
Mahmudah, M. (2016). Urgensi di antara dualisme metode pembelajaran ceramah dalam kegiatan belajar mengajar untuk siswa MI/SD. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 11(1), 116–129. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v11i1.107
Masturoh, I., & Khaeroni. (2017). Pengaruh penggunaan alat peraga geoboard terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan geometri. PRIMARY, 9(2), 190–210. https://doi.org/10.32678/primary.v9i02.425
Nabilah, T., Simatupang, J. M., & Zahra, B. M. (2025). Mengajarkan konsep dasar geometri di sekolah dasar dengan cara menyenangkan. Jurnal PRIMED: Primary Education Journal, 5(3). https://doi.org/10.36636/primed.v5i3.5915
Nisa, A. K., Tinofa, N. A., Noptario, N., & Abdullah, F. (2024). Transisi pembelajaran teacher centered menuju student centered: Penguatan literasi teknologi siswa sekolah dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(3), 1453–1460. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i3.920
Novita, R., Prahmana, R. C. I., Fajri, N., & Putra, M. (2018). Penyebab kesulitan belajar geometri dimensi tiga. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 5(1), 18–29. https://doi.org/10.21831/jrpm.v5i1.16836
Nurwijaya, S., & Sukaria, M. I. (2025). Augmented reality (AR) dalam pembelajaran geometri: Dampak pada spasial reasoning siswa. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 471–481. https://doi.org/10.30605/pedagogy.v10i2.5953
Nyroos, M., Korhonen, J., Peng, A., & Linnanmäki, K. (2015). Belief in mathematics and achievement: Comparing the role of self-efficacy, goal orientation, and anxiety. Scandinavian Journal of Educational Research, 59(5), 554–572. https://doi.org/10.1080/00313831.2014.965790
Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Ramdhani, S., Suryadi, D., & Prabawanto, S. (2023). Development of didactic design for learning mathematics in pesantren: Integration of mathematics and fiqh learning. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(3), 655–666. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v12i3.2868
Rose, J. B. D., & Armansyah, R. F. (2022). Recency bias dan confirmation bias pada keputusan investasi investor pasar modal Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBis), 1(2). https://doi.org/10.24034/jimbis.v1i2.5366
Sari, A. A. I., & Lutfi, A. (2023). Self-efficacy dalam pembelajaran matematika di pondok pesantren. WANGSA, 2(5). https://ejournal.mannawasalwa.ac.id/index.php/wangsa/article/view/587/239
Sari, L. D. K., Munawwir, Z., & Indriyani, D. (2024). Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis Canva pada materi optika geometri. JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 4(3), 631–640. https://doi.org/10.53299/jagomipa.v4i3.789
Satriani, S. (2018). Inovasi pendidikan: Metode pembelajaran monoton ke pembelajaran variatif (metode ceramah plus). Jurnal Ilmiah Iqra', 10(1). https://doi.org/10.30984/jii.v10i1.590
Schmidt, K., Rosman, T., Cramer, C., Besa, K.-S., & Merk, S. (2022). Teachers trust educational science—Especially if it confirms their beliefs. Frontiers in Education, 7, Article 976556. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.976556
Setyowati, E., & Sigalingging, H. (2025). Confirmation bias analysis of religious intolerance trends: A study of the views of lecturers at religious-based universities in Yogyakarta. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 10(1), 73–90. https://doi.org/10.21460/gema.2025.101.1240
Somantri, G. R. (2005). Memahami metode kualitatif. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(2), 57–65. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122
Suanto, E., Maat, S. M., & Zakaria, E. (2023). The effectiveness of the implementation of three dimensions geometry KARA module on higher order thinking skills (HOTS) and motivation. International Journal of Instruction, 16(3), 95–116. https://doi.org/10.29333/iji.2023.1636a
DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpmi.v11i2.8892
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Published by:
Institute for Managing and Publishing of Scientific Journal
STKIP Singkawang
Jl. STKIP, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia
Website: https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JPMI/index
Email: [email protected]
JPMI Indexed by:
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.















