An Ethnomathematics Study on Weaving Activities and Their Integration into Mathematics Learning in Lailanjang Village, East Sumba Regency

Petronela Loda Atandima, Wara Sabon Dominikus, Aleksius Madu

Abstract


There are many Sumbanese, especially in Lailanjang Village, who engage in weaving activities, but they do not have a higher education. However, they are able to apply mathematical concepts in every weaving activity. In fact, if the community understands and is aware of it, weaving activities can be used as a culture-based mathematics learning activity that certainly has a beneficial influence in the world of education, especially in mathematics education. Ethnomathematics as a study of mathematical aspects related to culture, ethnomathematics comparatively studies mathematical practices from various human cultures. In the weaving activities carried out by the community in Lailanjang Village, many activities apply mathematical concepts ranging from how to design tools and equipment as a means for weaving, determining weaving time, calculating woven results, management to sales activities of weaving results. This study aims to describe ethnomathematics in weaving activities in Lailanjang Village, and related mathematical concepts and design learning tools for the mathematical concepts found. This research was conducted in East Sumba Regency, with four research subjects. The type of research is exploratory qualitative with an exploratory design. The researcher as the main instrument plays a role in collecting data through interview methods, observation, and documentation. Data validity uses source triangulation techniques. The results of the study indicate that there are values contained in weaving activities, namely social and kinship values, cultural and identity values, aesthetic values, religious or spiritual values, educational values, and economic values. Ethnomathematics in weaving activities in Lailanjang Village, Rindi District, East Sumba Regency includes the activities of calculating, measuring, localizing, designing, and explaining. From these activities, mathematical concepts can be identified. Mathematical concepts in Weaving Activities include the concepts of addition, multiplication, social arithmetic, measurement, geometry, and geometric transformation. Thus, these various mathematical concepts can be developed by designing learning tools. In this study, the concepts of geometric transformation (reflection) and social arithmetic were chosen to be designed as examples of mathematics learning tools in schools.


Studi Etnomatematika pada Aktivitas Menenun dan Integrasinya dalam Pembelajaran Matematika di Desa Lailanjang, Kabupaten Sumba Timur
ABSTRAK
Terdapat banyak warga sumba khususnya di Desa Lailanjang yang melakukan aktivitas menenun tetapi mereka tidak memiliki pendidikan yang tinggi, namun mereka mampu menerapkan konsep matematika di setiap aktivitas menenun. Padahal apabila masyarakat mengerti dan menyadarinya, aktivitas menenun dapat dijadikan aktivitas pembelajaran matematika berbasis budaya yang tentunya memberikan pengaruh yang bermanfaat dalam dunia pendidikan khususnya dalam pendidikan matematika. Etnomatematika sebagai kajian terhadap aspek-aspek matematika yang terkait dengan budaya, etnomatematika mempelajari secara komparatif praktik-praktik matematika dari berbagai budaya manusia. Dalam kegiatan menenun yang dijalankan masyarakat di Desa Lailanjang, banyak dalam aktivitasnya menerapkan konsep matematika mulai dari cara mendesain alat dan perlengkapan sebagai sarana untuk menenun, penentuan waktu menenun, menghitung hasil yang ditenun, pengelolaan hingga aktivitas penjualan hasil menenun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnomatematika pada aktivitas menenun di Desa Lailanjang, dan konsep matematika terkait serta merancang perangkat pembelajaran untuk konsep matematika yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sumba Timur, dengan subjek penelitian sebanyak empat orang. Jenis penelitiannnya kualitatif eksploratif dengan desain eksploratif. Peneliti sebagai instrumen utama berperan mengumpulkan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam aktivitas menenun yaitu nilai sosial dan kekerabatan, nilai budaya dan identitas, nilai estetika, nilai keagaman atau spiritual, nilai pendidikan dan nilai ekonomi. Etnomatematika pada aktivitas menenun di Desa Lailanjang, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur meliputi aktivitas menghitung, mengukur, melokalisir, merancang dan  menjelaskan. Dari aktivitas-aktivitas tersebut maka dapat diidentifikasi konsep- konsep matematika di dalamnya. Konsep matematika dalam Aktivitas Menenun meliputi konsep penjumlahan, perkalian, aritmatika sosial, pengukuran, geometri, dan transformasi geometri. Dengan demikian, berbagai konsep matematika ini dapat dikembangkan dengan merancang perangkat pembelajaran. Pada penelitian ini konsep transformasi geometri (refleksi) dan arimatika sosial dipilih untuk dirancang menjadi salah satu contoh perangkat pembelajaran matematika di Sekolah.

Kata Kunci :
Aktivitas Menenun; Nilai-nilai; Etnomatematika; Konsep Matematika; Pembelajaran Matematika


Keywords


Weaving Activity; Values; Ethnomathematics; Mathematical Concepts; Mathematics Learning

Full Text:

PDF

References


Abi, A. M. (2017). Integrasi Etnomatematika Dalam Kurikulum Matematika Sekolah. JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), 1(1), 1–6.

Blegur, I. K. S., & Retnowati, E. (2018). Designs of goal free problems for learning central and inscribed angles. Journal of Physics: Conference Series, 1097(1), 1–7.

D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its place in the history and pedagogy of mathematics. For the Learning of Mathematics.

Dominikus, W. S. (2018). Etnomatematika Adonara. Malang: Media Nusa Creative, 21.

Dominikus, W. S. (2019, June). Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika (PMBE). In Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dominikus, W. S. (2021). Hubungan Etnomatematika Adonara Dan Matematika Sekolah (Etnografi Matematika Di Adonara). Media Nusa Creative.

Fajriyah, E. (2018). Peran etnomatematika terkait konsep matematika dalam mendukung literasi. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 114–119.

Gerdes, P. (1999). Geometry from Africa: Mathematical and educational explorations.

Hardani dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV.

Pustaka Ilmu Group

Hartanti, S., & Ramlah, R. (2021). Etnomatematika: Melestarikan Kesenian dengan Pembelajaraan Matematika. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2), 33–42.

Jeni, P., Rosmaiyadi, R., Buyung, B., Husna, N., Nirawati, R., Wahyuni, R., Mariyam, M., & Prihatiningtyas, N. (2024). Eksplorasi Etnomatematika pada Adat Ba’samsam Dayak Salako. Variabel, 7(2), 94-102. doi:http://dx.doi.org/10.26737/var.v7i2.6332

Linda, O. :, & Putri, I. (2017). Eksplorasi Etnomatematika Kesedian Rebana sebagai Sumber Belajar Matematika pada Jenjang MI. Jurnal Ilmiah "PENDIDIKAN DASAR, IV(1), 21–31.

McCullagh, R. R. (2023). Refleksi Pengembangan UMKM Kain Tenun Sumba Timur. In Membangun UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia Timur, 159.

Murniati, & Takandjandji, M. (2016). Analisis Usaha Tenun Ikat Berbasis Pewarna Alam Di Kabupaten Sumba Timur : Kasus di Kecamatan Kambera dan Umalulu PENDAHULUAN Masyarakat Sumba Timur telah sejak lama membuat , dan memperdagangkan kain tenun ikat yang dikenal dengan Kain atau Selimut Sumba. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 33(June 2014), 67–84.

Nugraha, R. K., Novandi, T., Wardhana, W. A., Sembodho, G. B., & Santoso, S. (2022). Analisis Strategi Pengembangan Kain Tenun Ikat Sumba Oleh Pelaku Kriya Dan Komunitas. Jurnal Pengabdian Seni, 3(1), 73-82., 73–82.

Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics: The cultural aspects of mathematics. Journal of Mathematics and Culture.

Rosa, M., & Orey, D. C. (2016). State of the art in ethnomathematics. Educational Studies in Mathematics.

Ubiratan D'ambrosio. (1985). FLM Publishing Association Ethnomathematics and Its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. In Source: For the Learning of Mathematics (Vol. 5, Issue 1).

Ulum, B. (2018). Etnomatematika Pasuruan: Eksplorasi Geometri Untuk Sekolah Dasar Pada Motif Batik Pasedahan Suropati. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 4(2), 686–696.

Wewe, M., Kau, H., Studi, P., & Matematika, P. (2019). Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti ETNOMATIKA BAJAWA : KAJIAN SIMBOL BUDAYA BAJAWA. Jurnal Ilmiah, 6(2), 121–133.

Wulandari, M. R. (2021). Eksplorasi Tenun Ikat Sumba Timur Ditinjau Dari Etnomatematika. Satya Widya, 36(2), 105–115.




DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpmi.v11i2.8294

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Institute for Managing and Publishing of Scientific Journal

STKIP Singkawang


Jl. STKIP, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia

Website: https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JPMI/index

Email: [email protected]

JPMI Indexed by:

     

Creative Commons License

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.