Gender dan Seksualitas dalam Karya Sastra Perempuan Kerajaan Melayu Riau Lingga pada Abad ke-19

Nureza Dwi Anggraeni, Seftia Azrianti

Abstract


Pada abad ke-19 di Kerajaan Melayu Riau Lingga, sastra berkembang pesat. Ini dibuktikan dengan karya sastra 137 dari 70 penulis. Di antaranya penulis perempuan, yakni Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung. Tulisan Aisyah Sulaiman bertajuk "Syair Khaddamudin" sarat akan pemikiran terkait gender, sedangkan Khatijah Terung membuat kitab Kamasutra Melayu berdasarkan sudut pandang perempuan berjudul "Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan". Mereka adalah perempuan Melayu Riau Lingga yang disebut sebagai sosok yang paling awal berbicara tentang gender dan seksualitas. Sejarah lokal di Indonesia belum memperkenalkan Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung, sehingga kehebatan pengarang dan kekhususan karya perempuan tersebut belum banyak diketahui. Peneliti menemukan persamaan pada kedua pengarang ini yakni memiliki hubungan antara kehidupan asli dengan karya sastra yang dibuat. Karya-karyanya sarat akan peran perempuan yang tak kalah penting dalam status sosial bahkan hingga urusan ranjang. Keterkaitan antara Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan pada karya sastra daerah khususnya sastra Melayu. Sesuai dengan penelitian kualitatif, hasil analisis data berupa kata-kata. Penelitian ini mengumpulkan data dengan dua cara yaitu teknik membaca dan wawancara.


Keywords


gender; sexuality; women’s literature; Melayu Riau Lingga Kingdom

Full Text:

PDF

References


Abraham, Anna. (2015). Gender and creativity: an overview of psychological and neuroscientific literature. Journal of CreativeBehavior, 42, 75–105.

Anggraeni, N.D. & Wiyatmi. (2018). Proses Kreatif Raja Aisyah Sulaiman, Sastrawan Perempuan Feminis Melayu Zaman Peralihan. Diksi, 26, 77-87.

Carstairs, C. & Janovicek. (2018). "The Dangers of Complacency: women’s history/gender history in Canada in the twenty-first century." Women's History Review, 27, 29-40.

Connel, R.W. (2005). Masculinities. California: University of California Press.

Doyle, Charlotte L. (2010).The Writer Tells: The Creative Process in The Writing of Literary Fiction. Creativity Research Journal. 11,29-31.

Kayam, Umar. (1982). “Percabulan dalam Kesusasteraan”. Semula merupakan kertas kerja untuk pembicaraan pengantar dalam Malam Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Seni Sastra Pusat, di Yogyakarta, 2 Januari 1956. Kemudian dengan judul yang sama dimuatkan di majalah Budaya. No. 1. Tahun VI, Januari 1957. Akhirnya artikel yangtermuat di majalah Budayaini dimasukkan Satyagraha Hoerip dalam buku, Sejumlah Masalah Sastra. 1982. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Gilbert, S., M. & Gubar, S. (1979). The Madwoman in the Attic: The Women Writer and the Nineteen-Century Literary Imagination. London: Yale University Press.

Goenawan, M. (1981). Seks, Sastra, Kita. Jakarta: Sinar Harapan.

Guillot, C., dan Kalus, Ludvik. (2008). Inskripsi Islam Tertua di Indonesia. Diterjemahkan oleh Laddy Lesmana, et.al. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Humm, M. (2007). Ensiklopedia Feminisme. Edisi Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Mundi Rahayu. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Jelinek, Estelle C. (2003). The Tradition of Women's Autobiography. United States of America: Xlibris Corporation.

Malik, Abdul.(2017). “Kamasutra ala Nusantara”. Dalam Tirto.id. Jakarta.

Ming, D., C. (1999). Raja Aisyah Sulaiman, Pengarang Ulung Melayu. Bangi: Universitas Kebangsaan Malaysia.

Moleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Rani, Savita. 2013. Elaine Showalter’s Feminist Criticism In The Wilderness: A Critique. An International Refereed e-Journal of Literary Explorations, 1, 1-5.

Ratna, Nyoman Kutha. (2004). Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra (Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme, Perspektif Wacana Naratif). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.

Syahri, A. (2017). “Sastra dan Emansipasi Perempuan dalam Karya Aisyah Sulaiaman”. Dalam Tanjungpinang Pos, 22 April 2017. Tanjungpinang.

Weeks, Jeffrey. (1995). The Lesser Evil and the Greater Good The Theory and Politics of Social Diversity. London: Rivers Oram Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jp-bsi.v6i1.2008

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan oleh:

Institut Pengelolaan dan Penerbitan Jurnal Ilmiah STKIP Singkawang

e-ISSN:  2477-846X 

p-ISSN:  2477-5932

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( STKIP) Singkawang

Alamat : STKIP Singkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
No. Telp. : +62562 420 0344
No. Faks. : +62562 420 0342

Editor in Chief: [email protected] / Wa: +6285747889416

Coordinator:  [email protected] / [email protected] / Wa: +6282142072788

Alat Manajemen

     

JP-BSI Diindeks oleh:

          

Lisensi Creative Commons

JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 .