Pelestarian Budaya Kain Gebeng Sebagai Kearifan Lokal Palembang Melalui Perkuliahan Pendidikan IPS Mahasiswa FKIP Pendidikan Sejarah UM Palembang

Yusinta Tia Rusdiana, Heryati Heryati, Mico Mico

Abstract


This study aims to describe the preservation of Kain Gebeng culture as a local wisdom of Palembang through Social Studies Education lectures for students of the History Education Program, FKIP, Muhammadiyah University of Palembang. This research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the community has a high level of knowledge and awareness regarding the importance of preserving Kain Gebeng as a local cultural heritage. The process of making Kain Gebeng is still carried out traditionally through weaving techniques passed down from generation to generation. In addition, the integration of Kain Gebeng into Social Studies Education lectures was able to improve students’ understanding of Palembang local culture and foster positive attitudes toward regional cultural preservation efforts. Kain Gebeng also has great potential as a local wisdom-based Social Studies learning resource because it contains historical, social, cultural, and economic values of the Palembang community. Therefore, the preservation of Kain Gebeng through education becomes a strategic effort to maintain the existence of local culture amidst the current of globalization.

Keywords


Cultural Preservation, Kain Gebeng, Local Wisdom, Social Studies Education

References


Akib, M. (1996). Sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Alamsyah, S. I., & Maziyah, S. (2013). Kearifan lokal pada industri tenun Troso: Potret kewirausahaan masyarakat desa. Semarang: Madina.

Alexon, & Sukmadinata, N. S. (2010). Pengembangan model pembelajaran terpadu berbasis budaya untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 29(2), 189-201. https://doi.org/10.21831/cp.v2i2.339.

Darmawati. (2015). Persepsi masyarakat terhadap tradisi melebung atau togok di Desa Tungkal Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Skripsi Tidak diterbitkan). Universitas PGRI Palembang.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-4). Jakarta: Balai Pustaka.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang. (2012). Budaya Palembang dalam Lintasan Sejarah. Palembang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang.

Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. (2000). Kebudayaan Daerah Sumatera Selatan. Palembang: Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.

Eryanti, N. (2025). Makna Simbolik Kain Songket dalam Tradisi Masyarakat Ogan Komering Ilir. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 10–12. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.133.

Febrianty & Fatmariani. (2019). Pelestarian Motif Tenun Khas Palembang Melalui Digital Catalog Kain Tajung Dan Songket Serta Blongsong Sebagai Industri Tekstil Masa Depan. Prosiding Seminar Nasional II Hasil Litbangyasa Industri. Semarang. 105–113.

Hidayat, M. F., & Sardjono, A. B. S. (2025). Implementation Of Local Wisdom: Penerapan Ornamen Kain Songket Palembang Pada Bangunan, Ruang Publik Dan Infrastruktur Di Kota Palembang. Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(2), 235–241. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i2.4126.

Hudaidah, H., & Hamzanwadi, P. (2023). Peran motif dalam penguatan identitas budaya masyarakat Palembang. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(1), 110– 118.

Miranda, T., Dina, N., & Yuliarni, Y. (2023). Dampak tenun songket terhadap perekonomian masyarakat. Danadyaksa Historica, 2(2), 131–140. https://doi.org/10.32502/jdh.v2i2.5668.

Nopriani, E., & Misnawati, D. (2024). Heritage Tenun Songket dan Budaya Lokal dalam Membangun Identitas Masyarakat Palembang. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 5(6), 2569–2578. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i6.2927.

Nugraha, H., & Puspitasari, R. (2018). Keanekaragaman Motif Tenun Tradisional Sunda sebagai Warisan Budaya. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 9(1), 55– 64.

Nurhayati. (2018). Melestarikan Budaya Seni Kain Jumputan Palembang. KALPATARU Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah 2(1):1015. 10.31851/kalpataru.v2i1.1312

Nurmeisarah, T., dkk. (2015). Tinjauan tenun tradisional Dusun Sade. Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3(1). https://doi.org/10.23887/jjpkk.v3i1.4854.

Poerwadarminta, W. J. S. (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rosidi, A. (2011). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Soekmono, R. (1981). Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpipsi.v11i2.8563

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Published by:

Institute of Managing and Publishing of Scientific Journals, STKIP Singkawang


Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)Address : STKIP Singkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251

No. Telp.   : +62562 420 0344
No. Fax.    : +62562 420 0584

e-ISSN : 2477-8427

p-ISSN : 2477-6254

Editor in Chief Contact: [email protected] / [email protected] / Wa: +6281348681880

Publisher Contact: [email protected] / [email protected] / Wa: +6282142072788

Management Tools

     

Jurnal PIPSI is Indexed by:

 

Creative Commons License

Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.