Dekolonisasi Perspektif Sastra Indonesia dengan Menjelajahi Identitas Kultural Melalui Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi identitas kultural Indonesia melalui novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dari perspektif dekolonisasi dalam sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan interpretatif untuk memahami struktur, tema, dan pesan novel Bumi Manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Bumi Manusia memperlihatkan identitas kultural Indonesia melalui karakteristik budaya, bahasa, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa kolonial. Novel ini juga mengkritik sistem kolonial yang menghilangkan identitas kultural masyarakat dan memperlihatkan perjuangan masyarakat untuk mempertahankan identitas mereka. Dalam konteks dekolonisasi, novel Bumi Manusia menampilkan pendekatan yang kritis dan membebaskan diri dari dominasi kolonial yang mempengaruhi sastra Indonesia pada masa itu. Dalam novel ini, penulis menggunakan bahasa yang menggabungkan unsur-unsur bahasa Melayu, Jawa, dan Belanda untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial. Hal ini menunjukkan upaya penulis untuk memperlihatkan identitas kultural Indonesia yang unik dan berbeda dari budaya Barat yang didominasi oleh kolonialisme. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Bumi Manusia memiliki relevansi yang kuat dalam memperkuat identitas kultural Indonesia dalam sastra dan budaya populer saat ini. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi, identitas kultural Indonesia dapat ditemukan dalam nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dan dalam perjuangan masyarakat untuk mempertahankan identitas mereka. Sebagai sastra yang memperlihatkan upaya dekolonisasi, novel Bumi Manusia dapat menjadi inspirasi untuk penulisan sastra Indonesia masa kini yang mengedepankan identitas kultural Indonesia yang kuat dan unik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Sarjiwan, Ahmad. (2015). Esei dan Refleksi Sastra Indonesia. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia.
Alwasilah, C. (2017). Bahasa Dan Budaya Dalam Perspektif Postkolonial. Penerbit Buku Kompas.
Quayson, Ato. (2017). Oxford Street, Accra: City Life and the Itineraries of Transnationalism. Duke University Press.
Budiman, A. (2018). Postkolonialisme dan nasionalisme di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Budiman, Arief. (2013). “Identitas Kultural dan Politik Kebudayaan di Indonesia” dalam Jurnal Masyarakat dan Budaya. Vol. 15(2): 139-154.
Spivak, Chakravorty. (2014). "Can the Subaltern Speak?" Dalam Colonial Discourse and Post-Colonial Theory: A Reader, edited by Patrick Williams and Laura Chrisman, 18-31. Columbia University Press
Fauzi, R. (2018). Sastra Indonesia di Era Digital. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(1), 32-41.
Hardian, T. (2017). Identitas Kultural dalam Novel 'Pulang' Karya Leila S. Chudori: Kajian Kulturalis. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 6(3), 1-14.
Hutapea, B. (2018). Mendobrak Batas Kesusastraan Indonesia. Jurnal Sastra, 4(1), 1-12.
Huda, Maftukhatus Sa'adah. (2020). The Existence of Local Wisdom in Indonesian Language Learning. In The 1st Conference on Multidisciplinary Academic (CMA 2019) (pp. 77-81). Atlantis Press.
Mahayana, M. S. (2019). Pendidikan dan postkolonialisme di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Mahayana, Maman S. (2018). Sastra Indonesia: Pergulatan Menuju Modernitas. Bandung: Penerbit Sinar Harapan.
Mohamad, G. (2019). Dekolonisasi Sastra dan Media. Jurnal Humaniora, 31(1), 1-9.
Mohamad, G. (2014). Indonesia dalam antara. Kepustakaan Populer Gramedia.
Thiong'o, Ngugi wa (2019) "Decolonising the Mind: The Politics of Language in African Literature" .Heinemann Educational Books Ltd.
Sapardi Djoko Damono. (2015). Membaca Karya Sastra Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Suryadinata, Leo. (2016). “Rekonstruksi Identitas Kultural di Indonesia” dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol. 20(2): 171-187.
Siregar, R. M. (2019). Kearifan Lokal dalam Kajian Sastra Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 19(1), 67-76.
Toer, Pramoedya Ananta. (2005). Bumi Manusia. Jakarta: Lentera Depantara.
Toha Sarumpaet, R. K. (2021). Kritik teks dalam perspektif postkolonial: Penelitian sastra Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Tukiman, S. (2018). Pembelajaran sastra dalam upaya meningkatkan kemampuan baca siswa. Jurnal Basis, 5(1), 44-57.
Yulianto, Agus. (2019). “Kontestasi Identitas Kultural Indonesia dalam Novel-Novel Sastra Kontemporer” Jurnal Humaniora. Vol. 31(1): 18-28.
Y. Yunanto. (2017). Kolonialisme Sastra Indonesia dan Strategi Dekolonisasi. Humanika: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 20(1), 37-48.
Zamzami. (2017). Dekolonisasi Sastra Melayu: Kajian atas Sejarah, Identitas, dan Budaya. Penerbit Buku Kompas.
DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jp-bsi.v9i2.5516
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Diterbitkan oleh:
Institut Pengelolaan dan Penerbitan Jurnal Ilmiah STKIP Singkawang
e-ISSN: 2477-846X
p-ISSN: 2477-5932
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( STKIP) Singkawang
Alamat : STKIP Singkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
No. Telp. : +62562 420 0344
No. Faks. : +62562 420 0342

Editor in Chief: [email protected] / Wa: +6285747889416
Coordinator: [email protected] / [email protected] / Wa: +6282142072788
Alat Manajemen
JP-BSI Diindeks oleh:
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 .











