Eksplorasi Tumbuhan Bermanfaat sebagai Obat oleh Masyarakat Suku Dayak Kanayatn di Desa Tapakng Kalimantan Barat
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginventaris jenis tumbuhan yang berguna untuk obat yang digunakan masyarakat suku Dayak Kanayatn, bagaimana mengolah tumbuhan untuk dijadikan obat dan gejala penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan ramuan tumbuh untuk obat tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, melakukan observasi langsung di tempat penelitian dan mewawancarai informan. Data dikumpulkan secara triangulasi, yaitu dengan menggabungkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tumbuhan diidentifikasi untuk menentukan nama ilmiahnya. Tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kanayatn untuk obat tradisional di dapatkan 53 jenis tumbuhan termasuk ke dalam 32 famili. Famili terbanyak adalah euphorbiaceae, yakni terdiri 6 spesies. Tumbuhan digunakan untuk mengobati 31 jenis gejala penyakit. Bagian tumbuhan yang dipakai adalah organ ”akar, batang, daun, dan bunga. Pengolahannya dengan direbus, ditumbuk, diseduh, diremas, diparut, direndam, dipanggang, dan dijemur. Pengobatan yang paling banyak digunakan untuk penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Kata Kunci:
Eksplorasi; Tumbuhan Obat; Dayak Kanayatn
Exploration of Useful Plants as Medicine by the Kanayatn Dayak Tribe in Tapakng Village of West Kalimantan
ABSTRACT
This study aims to inventory the types of plants that are useful for medicine used by the Kanayatn Dayak people, how to process plants to be used as medicine and the symptoms of what diseases can be cured with herbs grown for traditional medicine. The method used in this study was a descriptive method, conducting direct observations at the research site and interviewing informants. Data were collected by triangulation, namely by combining interviews, observations, and documentation. Plants were identified to determine their scientific names. The plants used by the Kanayatn Dayak people for traditional medicine were 53 species of plants belonging to 32 families. The largest family was Euphorbiaceae, which consisted of 6 species. Plants were used to treat 31 types of disease symptoms. The plant parts used were the organs roots, stems, leaves, and flowers. Processing by boiling, pounding, brewing, kneading, grated, soaked, baked, and dried in the sun. The most widely used treatment for diseases related to the digestive system.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alloy, S., Albertus., & Istiyani, C. P. (2010). Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat. Pontianak: Institut Dayakologi.
De Vogel, E. F. (2016). Manual of Herbarium Taxonomy Theory and Practice. UNESCO.
Dewoto, H. R. (2007). Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi Fitofarmaka. Majalah Kedokteran Indonesia, 57(7).
Leonardo. (2012). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat di Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Pontianak.
Manurung, H. (2014). Kajian Etnobotani Simplisia Obat Tradisional Cina di Kecamatan Pontianak Kota. Universitas Tanjungpura.
Marfai, M. A. (2019). Lingkungan dan Kearifan Lokal. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Meliki, L., Riza., & Lovadi, I. (2013). Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Suku Dayak Iban Desa Tanjung Sari Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Jurnal Protobion, 2(3).
Muhammad, A. & Malia, U. (2020). Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Sirih (Family Piperaceae) Di Desa Kalijambe Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Jurnal Biosains, 14(3), 268-278.
Mustofa, F. L. & Rahmawati, N. (2018). Studi Etnofarmakologi Tumbuhan Obat yang digunakan Oleh Penyehat Tradisional Untuk Mengatasi Diare di Sulawesi Selatan. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(2), 17-32.
Nawangningrum, D., Widodo, S., Suparta, I. M., & Holil, M. (2014). Kajian terhadap Naskah Kuno Nusantara Koleksi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia: Penyakit dan Pengobatan Ramuan Tradisional. Makara, Sosial Humaniora, 8(2).
Pribadi, E. R. (2009). Pasokan dan Permintaan Tanaman Obat Indonesia Serta Arah Penelitian dan Pengembangannya. Perspektif, 8(1).
Rahmawati, F. (2012). Bahaya Bakteri Escherichia coli. Badan Litbang Pertanian.
Sadadan, J. T. & Tanjung, R. H. R. (2010). Keragaman Tumbuhan Obat Tradisional di Kampung Nansfori Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supiori–Papua. Jurnal Biologi Papua, 2(2).
Steenis, V. (2006). Flora. Jakarta: Pradnya Paramita.
Suansa, N. I. (2011). Penggunaan Pengetahuan Etnobotani dalam Pengelolaan Hutan Adat Baduy Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Takoy, D. M., Linda, R. & Lovadi, I. (2013). Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Dayak Seberuang di Kawasan Hutan Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Jurnal Protobiont, 3(22).
Tjitrosoepomo, G. (2010). Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yani, S., Syamswisna., & Marlina. (2014). Kelayakan Flipbook Innventarisasi Tumbuhan Obat di Desa Amboyo Kabupaten Landak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1).
Zulfahmi & Solfan, B. (2010). Eksplorasi Tanaman Obat Potensial di Kabupaten Kampar. Jurnal Agroteknologi, 1(1).
DOI: http://dx.doi.org/10.26737/var.v5i1.3204
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Publisher:
Institute of Managing and Publishing of Scientific Journals, STKIP Singkawang
Address : STKIP Singkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram, Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
No. Telp. : +62562 420 0344
No. Fax. : +62562 420 0584
VARIABEL
e-ISSN : 2599-3038
p-ISSN : 2599-302X

Editor in Chief Contact: [email protected] / [email protected] /Wa : +6285310307312
Publisher Contact: [email protected] / [email protected] / Wa: +6282142072788
Management Tools
VARIABEL IS INDEXED BY
Variabel is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






















