Analisis Semiotika Pernikahan Adat Jawa Dalam Film “Mantan Manten”
Abstract
Film adalah suatu bentuk karya seni baru yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menjangkau hampir semua segmen sosial. Hal ini menjadikan film sebagai media yang berpotensi menyampaikan pesan kepada publik. Daya jangkau film, sebagai suatu media audio-visual, memiliki pengaruh emosional dan popularitas yang besar. Film Mantan Manten merupakan film yang mengangkat tradisi pernikahan adat Jawa yang membawa isu sosial gender. Melalui film ini, karakter perempuan digambarkan sebagai subjek narasi yang aktif dan membawa pesan gender feminisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna kode semiotika mengenai representasi pernikahan adat Jawa dalam level realitas, level representasi dan level ideologi. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske berdasarkan kode-kode televisi yang terbagi ke dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai isu sosial gender pada level realitas melalui kode penampilan, tata rias, kostum, cara bicara, lingkungan dan perilaku. Pada level representasi nilai-nilai feminisme ditunjukkan melalui kode kamera, karakter, aksi, konflik dan dialog. Pada level ideologi mewakili isu gender sosial yang diterapkan pada film Mantan Manten. Khsusnya dalam pernikahan yang kerap berhubungan dengan perempuan dan sistem patriaki yang hingga kini masih melekat di adat Jawa, bahkan Indonesia sendiri. Hasil penelitian juga menunjukkan bagaimana cara sebuah film merepresentasikan adat tradisi pernikahan Jawa di dalam modernitas.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
David Bordwell, & Kristin Thompson. (2019). Film Art: An Introduction. McGraw-Hill.
Blain Brown. (2021). Cinematography: Theory and Practice. Routledge.
Judith Butler. (2015). Gender Trouble. Routledge.
Daniel Chandler. (2017). Semiotics: The Basics. Routledge.
Rosalind Gill. (2016). Gender and the Media. Polity Press.
Angela McRobbie. (2020). Feminism and the Politics of Resilience. Polity Press.
Himawan Pratista. (2017). Memahami Film. Montase Press.
Setiawan, A., & Nugroho, B. (2020). “Representasi Budaya Jawa dalam Film Indonesia Kontemporer”. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 5(2), 45–58.
Ambarwati, A., Anindika, A. P., & Mustika, I. L. (2018). “Pernikahan Adat Jawa Sebagai Salah Satu Kekuatan Budaya Indonesia”. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, Edisi 3, 17–22.
Aziz, S. (2017). “Tradisi Pernikahan Adat Jawa Keraton Membentuk Keluarga Sakinah”. Jurnal Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, 15(1).
Diani, A., Lestari, M. T., & Maulana, S. (2017). “Representasi Feminisme pada Film Maleficent”. Jurnal ProTVF, 1(2), 139–150.
Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
John Fiske. (1987). Television Culture. Routledge. (digunakan sebagai teori utama semiotika)
Stuart Hall. (2013). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications.
DOI: http://dx.doi.org/10.26737/cling.v9i1.9004
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Published by:
Institute of Managing and Publishing of Scientific Journals
STKIP Singkawang
Address : STKIP Singkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram, Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
No. Telp. : +62562 420 0344
No. Fax. : +62562 420 0584
CAKRAWALA LINGUISTA
e-ISSN : 2597-9787
p-ISSN : 2597-9779

Editor in Chief Contact: [email protected] / [email protected] / Wa : +6285245145680
Publisher Contact: [email protected] / [email protected] / Wa: +6282142072788
Management Tools
Cakrawala Linguista is Indexed By













