Pembuatan Semak (Semprotan Anti Keruh) Sebagai Alternatif Lapisan Pencegah Kekeruhan Pada Kacamata

Frilisa Dliyaul Haya, Sulhadi sulhadi sulhadi, Mahardika Prasetya Aji

Abstract


Pengguna kacamata sering mengalami gangguan pandangan saat terjadi perbedaan suhu udara di kedua sisi kacamata. Perbedaaan suhu tersebut membuat uap air yang berada disekitarnya mengalami kondensasi menjadi titik-titik air kecil yang tersebar di permukaan kaca sehingga menyebabkan berkurangnya transmisi cahaya (keruh). Untuk menghasilkan  lapisan pencegah kekeruhan pada kaca, dibuat suatu larutan Semak (semprotan anti keruh) yang bersifat hidrofilik sehingga memungkinkan uap air menyebar merata ke seluruh permukaan daripada pembentukan titik-titik air kecil. Larutan Semak dibuat dari campuran isopropanol, surfaktan non-ionik jenis NP-10 dan anionik jenis Emal 270E dengan berbagai variasi komposisi. Untuk menentukan komposisi terbaik, dilakukan uji sifat anti keruh dan pengukuran sudut kontak. Data hasil uji sifat anti keruh dianalis secara kualitatif berdasarkan keruh atau tidaknya permukaan kaca, sedangkan data hasil pengukuran sudut kontak dibandingkan dengan teori sudut kontak untuk permukaan hidrofilik. Larutan Semak terbaik didapatkan dengan komposisi campuran surfaktan 3,85%, isopropanol 19,23%, dan aquades 76,92% yang mampu bertahan pada permukaan kaca selama 7 hari. Pengukuran sudut kontak permukaan kaca dengan lapisan Semak  dihasilkan 14,462° yang menunjukkan bahwa permukaan bersifat hidrofilik.

Pengguna kacamata sering mengalami gangguan pandangan saat terjadi perbedaan suhu udara di kedua sisi kacamata. Perbedaaan suhu tersebut membuat uap air yang berada disekitarnya mengalami kondensasi menjadi titik-titik air kecil yang tersebar di permukaan kaca sehingga menyebabkan berkurangnya transmisi cahaya (keruh). Untuk menghasilkan  lapisan pencegah kekeruhan pada kaca, dibuat suatu larutan Semak (semprotan anti keruh) yang bersifat hidrofilik sehingga memungkinkan uap air menyebar merata ke seluruh permukaan daripada pembentukan titik-titik air kecil. Larutan Semak dibuat dari campuran isopropanol, surfaktan non-ionik jenis NP-10 dan anionik jenis Emal 270E dengan berbagai variasi komposisi. Untuk menentukan komposisi terbaik, dilakukan uji sifat anti keruh dan pengukuran sudut kontak. Data hasil uji sifat anti keruh dianalis secara kualitatif berdasarkan keruh atau tidaknya permukaan kaca, sedangkan data hasil pengukuran sudut kontak dibandingkan dengan teori sudut kontak untuk permukaan hidrofilik. Larutan Semak terbaik didapatkan dengan komposisi campuran surfaktan 3,85%, isopropanol 19,23%, dan aquades 76,92% yang mampu bertahan pada permukaan kaca selama 7 hari. Pengukuran sudut kontak permukaan kaca dengan lapisan Semak  dihasilkan 14,462° yang menunjukkan bahwa permukaan bersifat hidrofilik.


Keywords


Larutan semak; anti keruh; hidrofilik; kacamata

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Published by:

Institute for Managing and Publishing Scientific Journals

VARIABEL

e-ISSN : 0000-0000

p-ISSN : 0000-0000

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) SIngkawang

Address : STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
No. Telp.   : +62562 420 0344
No. Fax.    : +62562 420 0584

Email Cordinator: journal@stkipsingkawang.ac.id / soehartostkipsingkawang@gmail.com /Wa : +6289636659622

Plagiarism Tools

     

  Creative Commons License

Variabel is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.