PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENJASKES POKOK BAHASAN TEKNIK DASAR RENANG GAYA BEBAS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS X DI SMK DAERAH SITUBONDO

Heldie Bramantha

Abstract


Keberadaan Pendidikan Jasmani telah diakui oleh pemerintah dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 42 khususnya isi kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang menetapkan pelajaran Pendidikan Jasmani sebagai mata pelajaran yang wajib diberikan di sekolah mulai tingkat SD sampai dengan SLTA. Maka guru Pendidikan jasmani harus mampu melakukan inovasi-inovasi yang membuat pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan agar siswa mudah untuk melakukan gerakan-gerakan yang anggap sulit. Pendekatan kontekstual ini diterapkan mengingat bahwa sejauh ini pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat Uji coba produk ini digunakan untuk mengumpulkan data sebagai dasar untuk menetapkan tingkat kelayakan dari produk yang telah dihasilkan.dalam produk bagian ini hal yang harus diperhatikan adalah: (1) Desain uji coba, (2) subjek uji coba, (3) instrument pengumpulan data, (4) teknik analisis data. Berdasarkan analisis terhadap kebutuhan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual yang ditulis lengkap dan mudah dipahami. Berdasarkan dari hasil angket kebutuhan siswa dan guru, bahan aja ini akan berisi 3 bab, bab I: sejarah, bab II: hakekat renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Bahan ajar ini dikemas dengan dikemas dengan ukuran A4 dengan jumlah halaman 30 dan ukuran huruf 14. Nilai rata-rata yang diberian oleh guru terhadap prototype bahan ajar ini yaitu 86,25 dengan kategorisangat baik dan dari dosen ahli sebesar 74,25 dengan kategori baik. Setelah melakukan perbaikan, maka bahan ajar ini berisi 3 bab, bab I: mengenal renang, bab II: Gerakan teknik dasar renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Mengacu pada hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru membantu siswa dalam penggunaan bahan ajar ini agar dapat belajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan baik. Selain itu, para peneliti lain disarankan agar melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual untuk melengkapi kekurangan pada bahan ajar tersebut dan untuk menguji efektivitas penggunaan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual.


Keywords


Bahan Ajar; Kontekstual; Renang Gaya Bebas

References


Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur penelitian suatu produk dan praktek. Jogjakarta: Renika Cipta

Bellawati, Tian dkk. 2003. Pengembangan bahan ajar. Jakarta Pusat: UT

Depdiknas. 2004. Pedoman Umum Pemilihan dan Pemanfaatan Bahan Ajar. Jakarta: Ditjen Dikdasmenum

Harianto, 2008. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Haller, David. 1992. Belajar Berenang. Bandung: CV. Pionir Jaya

Husni, Agustina, dkk.1997. Buku Pintar Olahraga. Jakarta. CV. Mawar Gempita

Lestari, Ika. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang:Akademia.

Nur Hadi, Ibrahim. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya. Surabaya:UNESA

Pannen, Paulina dan Purwanto.2001. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat Antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Intruksional Ditjen Dikti Diknas

Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pengembangan. Bandung: Alfabeta




DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpdi.v2i2.326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexed by:

ISSN-c:2477-5940

 

Creative Commons License
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.